Jumat, 05 Oktober 2012

MEMILIH DAN MEMAHAMI KALIPER VARIASI UNTUK HARIAN

Kaliper rem fungsinya sangat vital karena menyangkut keselamatan berkendara. Tapi di beberapa kalangan modif, perangkat ini sering di jadikan pemanis dan mengabaikan fungsinya. 
Menurut jumlah pistonnya kaliper dibagi menjadi lima yaitu single piston, single piston active, double piston, 4 piston dan 6 piston. Perbedaan jumlah piston ini dikarenakan perbedaan kapasitas mesin dan power mesin, makin besar kapasitas mesin dan power mesin maka lebih ideal jika menggunakan kaliper dengan piston lebih banyak.
Untuk motor 150cc ke bawah lebih ekonomis jika menggunakan kaliper yang jumlah pistonnya sedikit, dan bukan hal itu saja, sebab medan yang banyak turunan juga ppenting untuk dikawal kaliper dengan piston lebih dari 2.
Beda jika digunakan untuk kontes modifikasi, sebab kaliper dengan piston yang banyak yang menjadi buruan demi mengejar tongkrongan sangar dan gagah.
PERLAKUAN KHUSUS UNTUK KALIPER
  1. Kaliper baru diperlakukan “inreyen” untuk membuat kinerjanya lancar. Hal ini ditujukan untuk mengetes fungsional sil kaliper saat kondisi panas. Sebab makin mudahnya sil piston kaliper mengembang, berpeluang menyebabkan piston kaliper macet.
  2. Untuk kaliper dengan 4 dan 6 piston, dianjurkan untuk tidak mengaplikasikan dengan  master rem bawaan motor, khususnya untuk motor bebek. Sebab akan meimbulkan daya hidrolis yang lebih kenyal dan mengurangi kenyamanan. Solusinya yaitu dengan mengganti master rem variasi atau menggunakan master bawaan motor sport untuk mengimbangi kemampuan master rem dengan kaliper.
  3. Menghindari memoles silinder piston kaliper setiap kali servis dikarenakan secara tidak langsung akan mengurangi diameter silinder piston kaliper, kalau sudah begitu lambat laun daya hidrolis menurun, selain itu lapisan hardner pada permukaan silinder akan ikut terhapus.
Selain bersaing dalam segi hal fungsional, produsen juga bersaing dalam hal bahan pembuatan bahan kaliper. Kaliper berbahan besi cor, biasanya kaliper ini permukaan luarnya kasar. Dan di pasaran ada yang jenis kaliper cor besi dan cor alumunium. Perbedaannya yaitu jika pada cor alumunium hasilnya padat dan cor besi biasanya terdapat rongga. Kebanyakan kaliper 4 dan 6 piston menggunakan bahan jenis ini.
Tapi kekurangannya yaitu kaliper dengan bahan jenis ini mudah mengalami kebocoran pada sambungan bodi kalipernya. Sehingga harus rajin mengecek kerapatan sambungan kaliper dan mengkombinasikannya dengan cakram diameter besar agar tidak membutuhkan tekanan hidrolis besar.
Kemudian ada kaliper berbahan alumunium billet, kaliper ini mempunyai kepresisian yang lebih pada bagian sambungannya. Bahannya cukup menunjang untuk memenuhi kebutuhan hidrolis yang dituntut kerapatannya.

POSISI KALIPER BELAKANG
Konstruksi cakram belakang ada yang kalipernya terpasang di atas dan ada yang di bawah, itu semua pasti memiliki tujuan karena secara mekanis pola ini memiliki kelebihan yang berbeda. 

Kaliper diatas
Konstruksi stabilizer lebih kuat, sebab stabilizer bertugas menahan tekanan dari dorongan kaliper. Dekapan kaliper kurang rapat sehingga dapat menghindari roda belakang terkunci.
Cocok buat touring karena masih memiliki delay, sehingga mudah untuk mengontrol kecepatan. Bagusnya lagi kaliper lebih bersih karena arang mudah terlepas dan tidak menumpuk di kolong kaliper.

Kaliper di bawah
Pastinya terlihat modis, akan tetapi stabilizer mudah oleng, karena mekanisme kaliper berganti menarik bukan menjadi penstabil kedudukan adaptor kaliper. Kejelekannya posisi kaliper yang ada di bawah kotoran mudah numpuk di kolong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar